
Pippo Inzaghi selalu terlihat "heboh" setiap kali habis bikin gol. Menurut pelatihnya, Carlo Ancelotti, yang membuat striker Italia itu awet hingga kini adalah sikapnya yang seperti itu.
Antusias. Itulah terminologi yang paling pas untuk ditempelkan pada Inzaghi, sosok yang sekilas tampak kerempeng, tapi ternyata punya reputasi hebat sebagai pencetak gol ulung.
Apapun embel-embel lain yang dialamatkan pula pada dia -- tukang offside, gampang jatuh setiap disentuh pemain lawan, bahkan playboy --, pada akhirnya pria kelahiran 9 Agustus 1973 itu tetaplah penyerang berkualitas.
Hingga kini Pippo sudah menghasilkan lebih dari 300 gol sepanjang karirnya yang sukses. Dan dia masih belum tampak akan berhenti, walaupun umurnya sudah 35 tahun lebih.
Minggu (19/4/2009) malam waktu setempat, publik San Siro menyaksikan lagi ketajaman Pippo -- dan kehebohan selebrasinya. Tiga gol dia buat ke gawang Torino, untuk memotori kemenangan Milan dengan skor akhir 5-1.
Itu adalah hat-trick keduanya di musim ini, setelah yang pertama juga ia buat di stadion yang sama, saat Rossoneri menekuk Atalanta 3-0 pada 8 Maret lalu. Total, sudah 11 gol ia kemas di Seri A musim ini, yang membuatnya hanya kalah produktif dari anak-anak muda macam Pato (14) dan Kaka (12).
"Saya sudah bekerja dengan Inzaghi selama 10 tahun. Saya bosan melihatnya melulu!" seloroh Ancelotti tentang pemain yang pernah membela Atalanta dan Juventus itu.
Lalu, dengan lebih serius sang pelatih melanjutkan, "Luar biasa melihat dia bermain seperti itu. Umurnya boleh (hampir) 36, tapi dia punya antusiasme seorang bocah, dan itulah rahasia dia."
Pujian lain datang dari David Beckham, yang membuat dua assist untuk tiga gol yang dicetak Pippo.
"Semua orang tahu, dia salah satu pendulang gol terbaik, dan akan selalu menghasilkan banyak gol. Beri dia bola pada tempat yang tepat, dan dia akan mencetak gol," tukas Beckham.
sumber:detiksport.com/ligaitalia









0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan isi apa saja yang ingin anda komentari